Tuesday, December 20, 2011
"selamat hari ibu untuk mama"
happy mom's day mama.
udah nggak terasa aja waktu terus berjalan dan sekarang aku sudah berada diusia 21 tahun ma dan sebentar lagi akan 22 tahun. anakmu sekarang udah besar dan kuliah ma.
berkat sentuhan tangan hangat mama mengajarkan ku hingga sekarang aku sudah mulai bisa mengambil peran jadi ibu amatiran. saat ditinggal sendiri sudah bisa masak sendiri dan sudah bisa mengatur jadwal dan keuangan walau belum sepaten yang mama punya. tapi ma, insyaAllah akan paten seperti mama.
banyak yang ku lalui bersama mama. mama sering ku buat menangis, marah, senang da bahagia ma.
masih ingat ma, waktu kakak masih di bangku SD dulu, pernah sekali waktu mama menemukan surat dari pengagum ika. hehe.. sampai sampai kita seperti atlit gulat di halaman depan rumah. mama, waktu itu sungguh aku takut kalau mama menyalahkan ku karna menerima surat dari teman lawan jenis ku.
hehehe
masih bnyak lagi ma, ketika aku menangis dan cemburu berat dengan keberadaan adek baru dirumah kita ma. aku merasa dikesampingkan waktu itu ma. jadinya aku benci mama benci papa apalagi abang. yang biasa nya menemani aku bermain menemani aku kemana mana, namun waktu itu semua perhatian seolah olah tidak lagi ada untukku. aku benci keadaan waktu itu ma. aku harus menyampul bukuku sendiri, harus belajar mencuci seragam sekolahku yang putih sendiri ditambah lagi juga menyuci baju abang. tapi sekarang aku sudah mulai memahami peranku sebagai seorang anak, kakak, dan adek. ma, jabatan aku merangkap dan itu lengkap ma.
ketika aku mencuci sepatu sekolah kami, dan ternyata cucian aku tidak bersih, lalu mama menjatuhkan dari jemuran. ma, aku paling tidak suka pada keadaan itu, keadaan pekerjaan yang aku nilai tidak dihargai ma.
sempat aku mengvonis diri aku bukan siapa siapa dirumah kita lantaran banyak kejadian yang ku rasakan membuat aku tidak punya kesempatan bermain denga teman teman, bersepeda di jalan belakang rumah, main karet atau pun main kasti.
aku sering kali menghabiskan waktu dirumah membantu mama mengurusi rumah kecil kita waktu itu ma.
tapi ma, suatu kejadian pada tanggal 24 desember 2003 telah membuat paradigma yang ku kalungi wkatu itu mulai terkikis. ketika musibah menimpa aku ma.
ketika aku harus mendapati kehidupan bertumpu total pada keberadaan mama papa dan abang. aku tersiram air panas yang membuat seluruh tangan dan kakiku melepuh.
mama meliburkan diri meminta izin kepada atasan mama di sekolah hanya untuk merawatku sampai keadaanku mulai membaik.
kejadian ini mengobati kebencianku disetiap hariku ma. jangan ditanya membenci siapanya ma, aku membenci kehidupanku. hanya itu ma, aku tidak pernah benci dengan keterbatasan ma.
karna aku tidak akanmeminta hal yang muluk muluk untuk hidupku ma. aku telah mengerti posisiku kini diantara mereka yang juga butuh perhatian.
mama
sering kali kita berantem ma.
tidak ada satupun yang menginginkan pada keadaan ini ma, bermusuhan dengan ibunya sendiri. kita seringkali berbeda pendapat dan jarang ada yang mau menurunkan egonya untuk mendinginkan situasi.
ma, besar harapanku mama akan membaca blog aku ini ma.
anak mana yang tidak ingin akrab dengan ibunya? anak mana yang tidak rindu cium peluk ibunya.
mama..
ingat nggak kapan kita terakhir berpelukan?
itu pada ramadhan hari pertama 2009 ma, dimana saat itu aku bersedih karna hal yang mama rasa sepele tapi buatku sangat memberi arti ma. ketika dua anak mama yang seharian cuma bersantai dirumah pada waktu bedug mau bunyi mama tanyakan mau berbuka dengan apa. dan sementara aku? yang sudah seharian bergelut melawan ganasnya terik matahari menjemur gabah hasi panen sawah kita, tidak ditanyakan apa apa.
diabiarkan begitu saja. dan akhirnya aku tidak bisa menahan luapan emosi hingga berbuka satu rumah tertunda karena situasi
mama, sungguh aku bukan dendam ma, aku hanya ingin menyampaikan rasa ini ma.
ma..
anak mana yang bisa bertahan tersenyum tulus ketika anak anak yang lain disambut dengan hangat pelukan saat sampai dirumah.
sementara aku, aku lebih sering dipelukan papa ma.
papa yang selalu memelukku saat aku sampai dirumah kita ma. ma, bagaiman bisa ikatan kita erat merekat denga kuat ma?
tapi mama.. sekarang aku mendapatkan arti dari semuanya ma..
aku lebih mandiri dari dua anak mama yang lainnya.
aku lebih terampil dari mereka bahkan dari pola pikir dan kehidupan sekalipun.
terimakasih ma.
dengan begitu banyak pelajran yang dapat aku petik hikmahnya ma. aku sekarang mulai bisa mengerti hidup lebih cepat dari usia ku ma.
mama
aku selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk kita ma. berusaha menjadi wanita mandiri yang tidak terlalu banyak meminta ma.
sesungguhnya banyak yang aku ingini ma, tapi aku harus menahan keinginan keinginan ku ma. ini semua lantaran aku tidak mau kehilangan satu pelukan dari mama atas sikapku yang nantinya dikhawatirkan meminta yang sepatutnya belum untukku. bisa jadi keinginan keinginan itu untuk adek dan abangku ma.
dalam berfikir jernihpun aku hanya meminta satu hal kepada mama,, sayangi papaku ma. sayangi sepenuh hati setulus jiwa ma.
^_^
mama ingat nggak waktu kita nggak teguran semingguan?
yang itu mah.. aku sebut "tragedi kaus kaki". adek memakai kaus kakiku. kaus kakiku yang putih satu satunya. adek memang bertubuh lebih besar dariku ma, jadi apapun itu dia bisa pakai begitu juga sebaliknya.
yang nggak habis pikir kok bisa yah mama belain adek yang jelas udah memakai yang bukan haknya? memang benar yang mama bilang, karena dia saudara ku. benar ma, tapi mama tau nggak pada saat itu aku sebagai pelaksana upacara? anak mama akan tampil didepan pembina upacara yang di pimpin oleh orang dinas ma? anak mama jadi regu nyanyi ma.
mungkin barangkali mama nggak tau, yah mungkin mama sibuk hingga mama nggak tau peranku sama sekali di sekolah. aku sempat jadi pengurus inti osis secar berturut turut ma. sejak kelas 1 SMA dan kelas 2 SMA ma..
kemudian pada waktu kakak udah kelas 3 mau ujian akhir, ika sering sakit ma. cuma aja ika nggak ada sampaikan dan bahkan didepan mama ika jadi seorang yang selalu sehat.
ika memutuskan untuk belajar bersama teman ika dirumah ibu guru yang ngajar disekolah ika. ma itu semata karena ika nggak mau terlihat sakit ma.
pada kondisi yang benar benar drop baru ika sampaikan ma.
mama ika rindu mama pegang kepala ini ma. yang dulu sering mama belai sebagai ungkapan rasa cinta mama.
mama..
tidak ada yang salah dan dipermasalahkan ma..
ika rindu diperlakukan seperti adek ma. dicium dan dipeluk penuh kasih.
heheh mungkin kita akan merasa sedikit kaku karena harus terbiasa kembali ma..
ma, melihat teman ika yang di kunjungi orangtuanya, ika iri ma. sangat iri.. tapi syukur ma, ika sekarang punya teman sekamar yang punya mama sibuk dan yang satu lagi sudah piatu ma.
mama..
suatu saat nanti aku akan memberikan kasih sayang penuh cinta merawat mama jika kelak mama dan papa sudah mulai beranjak pad usia kakek nenek.
menunaikan ibadah haji bersama ika mama dan papa. agar nanti mama berpegang kuat kuat ditangan ikan pada saat tawaf sa'i lempar jumbroh dan lainnya ma.
agar kelak genggaman tangan kita erat di tanah suci ma. ka'bah yang akan menjadi saksinya ma. rumah Allah..
suatu saat nanti mama harus bersama ika. ikut dengan ika agar ika bisa memahami setiap situasi yang mama alami setiap detik yang mama lalui suatu saat untuk ika.
untuk membayar waktu kita yang telah terabaikan ma.
aku cinta mama selama lama nya..
love you always..
love so much ma
selamat hari ibu mam...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment