sungguh berat untukku menjalani hari ini, tak percaya mentari pagi ini datang membujukmu untuk pergi meninggalkan kami.
jiwa itu telah pergi, andai ku tau senyum itu senyum terakhir, tentu akan ku bungkus erat dengan kameraku. akan ku kabarkan kedunia kalau itu adalah senyum terindah untukku.
membeku membatu tulangku
sungguh tak percaya, baru saja kita mengikrarkan janji untuk saling menjaga saling mencinta,
hari ini kamu harus berangkat meninggalkanku selamanya
tanah merah memisahkan senyum kita.
harus begini jadinya
seharusnya hari ini kita saling menepati janji untuk jalan pagi
harus kabar ini yang kudengar
sungguh tak percaya, ingin rasanya ini hanya sebatas mimpi yang akan mengajarkanku untuk tidak melepaskanmu untuk selamanya
harapan bodoh yang harus kutangisi lagi..
sayang..
sungguh aku baru saja belajar mencintaimu yang kusapa dengan cinta
seminggu untuk cintaku
kembali terlepas lagi.
tidak lagi menikmati senja bersama tidak lagi menikmati makan dikantin sudut kampus bersama denganmu
tidak lagi duduk dipustaka sambil menggodaimu yang sibuk menyelesaikan tesis
tidak lagi menggodaimu saat mengajar
tidak lagi membawa roti coklat untukmu
sayang.
teramat berat, bagaimana ku menjalani hari hari ku di kampus ini
menikmati seharian dikampus
sementara aku sudah terbiasa bersama dengan senyummu.
sementara kita sudah terbiasa berdebat di lantai 2
sayang..
sungguh kabar ini menyesakkan dada
harus kehilanganmu
baru saja aku berani memantapkan hati untuk serius menjalani ini
bersamamu
selamat jalan sayang
jika akhirnya ku sadar, tangis ini tidak akan mengembalikanmu
seperti hari kemaren
tawamu takkan pernah lepas ditelingaku
senyummu tetap melekat indah dihatiku
tatapanmu takkan terlepas dari bayangku
menikmati hari hari tanpamu akan terasa berat
karena kita terbiasa bersama
salam sayang untuk guru kehidupanku.
derai tawa kita tidak akan ada lagi di perpustakaan
tempat kita biasa menepati janji
untuk melepas kerinduan
sungguh sakit dan sesak harus ditinggal pergi untuk selamanya
siapa yang akan setia seperti mu lagi
siapa yang sabar mendengar ocehan ku lagi
siapa yang akan menyapa aku dengan "emeli" lagi
itu hanya kamu.
hubby ku.
impian kita sudah usai.
takdir tidak membiarkan kita bersama sama jadi profesor
untuk sama sama menikmati salju di canada
untuk sama sama di mekkah
maafkan aku selalu bermanja
dan kadang sering membuatmu susah
hubby, emeli bahagia bisa bersamamu disetiap detik spesial kita
walau hanya 144 jam
sosokmu akan selalu ada untukku setiap detik hidupku.
februari janji kita telah pergi bersamamu
tempat terindah untukmu
hubby doremi
mulai hari ini aku tak akan lagi menerima sms atau pun ym bahkan chat di hpku
akan menyepi
tak ada lagi "emeli hubby" di inbox ku
kepergian mu terlalu cepat untukku
hubby doremi
fajar sidiq
No comments:
Post a Comment