blog ini sengaja saya buat lagi untuk melanjutkan cerita cerita ku dari blog sebelumnya di http://rikaarmelia.blogspot.com/ . karna saya rasa ini lembaran blog saya terbaru tentang kehidupanku yang sudah melaju dengan kecepatan tinggi di usia 20 tahunan ini. tidak menutupi kemungkinan juga blog sebelumnya juga akan terpakai untuk berbagi ilmu yang saya dapat di bangku perkuliahan di kampus ungu fakultas peternakan universitas andalas.
blog ini bertitel mentari bening. yah dengan harapan penamaan yang sudah lama terpikir dan dipilah pilah juga. semoga blog ini seperti namanya mentari bening " semoga blog ini benar benar dapat saya gunakan untuk berbagi dengan blogger yang lainnya". karena saya yakin kedepannya blog akan berkembang tajam seperti halnya jejaring sosial yang juga udah saya miliki.
besar harapan saya ingin berbagi dengan semua orang walaupun saya masih punya segelintir ilmu. semoga apa yang saya dapat dan dapat juga saya amalkan kepada teman teman blogger sekalian.
saya pernah ikut pelatihan jurnalistik di kampus. ada satu petikan kalimat menarik yang masih saja mengental dalam ingatan. " publish or perish" yah itu lah oetikan kalimat yang membakar semangatku untuk menulis dan menulis pesan itu di tuturkan oleh dosen saya di peternakan yang konon kabarnya kata kata itu juga kutipan dari seorang filosof yang saya tidak ingat persis namanya bahkan kebangsaannya, bukan berarti saya tidak menghormati pesohor folosof tersebut.
dosen saya pun kemabali menuturkan, "kalau kamu mau diingat sejarah maka menulislah, atau kamu akan menhilang lenyap ditelan berbagai peristiwa dan akan melapuk dan usang dimakan waktu".
yah saya setuju dengan penuturann yang pernah saya dengar dan saya serap saat itu. karena saya yakin jika kisah klasik seorang alfraid nobel jutawan yang berperan penting bagi tentara Rusia dalam penyediaan senjata perang pada perang Krim dengan Inggris. seorang Ibnu sina pioner kesehatan dari Islam yang menjadi awal berkembangnya berbagai macam ilmu kesehatan di dunia yang masih kontemporer dan dipakai sampai sekarang. Bung Hatta pun begitu di saat beliau dibuangpun menyempatkan untuk menulis, sehingga apa yang jadi pemikirannya masih bisa kita baca dan kita nikmati sampai sekarang.
Alqur'an jika hanya disampaikan dari mulut kemulut akan dapat mengubah makna dan arti dari yang dimaksud sebenarnya. tidak menutup kemungkinan akan membuatkita jauh dari apa yang diajarkan Allah kepada nabi Muhammad SAW. sehingga di tulislah kita Alqur'an yang dapat kita baca secara mandiri dan meresapi makna dari setiap ayat ayat yang tertulis.
begitu bnyak hikmah dari menulis. karena saya yakin menulis adalah kesempatan yang luar biasa banyak untuk mengembangkan semua ide dan pemikiran kita untuk dibaca oleh orang lain. yah menulis adalah ruang ilmu tanpa batas dan membaca adalah ruang pengetahuan yang tidak bergaris batas.
benar peribahasa yang kita dapati dan diajarkan guru guru kita semasa sekolah dulu, " banyak baca banyak ilmu. banyak ilmu banyak tau, banyak tau banyak referensi untuk menuangkan sebuah ide".
maka tuai lah apa yang kamu lakukan suatu saat nanti.
masih melekat keras apa yang disampaikan mama saat kecil dulu. :"biasakan menulis apa yang kamu tau, walaupun hanya sedikit pasti akan ada orang yang belum tau tentang itu"
dear blogger.
menulis tidaka akan menyita waktu, bahkan menulis akan menyehatkan otak kita, menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan. pelatihan mengkoordinasikan kedua belah pihak otak kita akan meningkatkan kecerdasan yang melatih daya ingat daya tangkap tentang sebuah cerita.
yah, semoga bermanfaat apa yang blogger baca ini.
oke blogger, jarum jam sudah mulai mengingatkan saya dengan tugas saya sebagai seorang mahasiswa.
harus segera memenuhi scedule rapat para asisten labor. sepertinya ini rapat untuk menetukan lulus atau tidaknya mahasiswa semester 1 yang saya ajar. selanjutnya ada rapat BBMK UKO Faterna mengenai kelanjutan dan persiapan acara buat pertemuan minggu kedua BBMK. slanjutnya ada rapat penutupan LKMM TD 2011 faterna. hari ini kekampus hanya untuk kepentingan organisasi dan kepentingan tanggung jawab saya sebagai seorang tenaga pendidik di laboratorium kimia terapan.

No comments:
Post a Comment